POTENSI BISNIS DI SEKTOR PROPERTI ( SUB SEKTOR KAWASAN INDUSTRI ) MENCAPAI RP.50,35 TRILIUN

Memasuki tahun 2020, agaknya sektor properti menjadi salah satu sektor unggulan yang bisa diandalkan oleh pemerintah.  Kondisi tersebut di perkuat dengan besarnya potensi bisnis yang bisa di garap oleh sektor tersebut.  Di mana salah satunya adalah sub sektor properti  yang berupa kawasan industri nilainya hingga mencapai Rp50,35 triliun.

 

Tingginya angka yang didapat dari subsektor properti yang berasal dari  kawasan industri memang terlihat cukup besar. Bahkan dari data yang bisa kita lihat, kondisi di  tahun 2020 adalah pencapaian yang paling tinggi selama 5 tahun terakhir dari 2016-2020 jika dilihat dari aktivitas yang berhubungan dengan bidang konstruksi.

Peningkatan yang cukup signifikan dari sektor kawasan industri memang tidak berjalan sendiri. Namun kondisi tersebut  juga di karenakan adanya perkembangan yang cukup baik dari beberapa sektor industri yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan kebutuhan lahan  yang ada di sektor  kawasan industri.

Dari mulai pertumbuhan bisnis pergudangan lantaran adanya peningkatan yang cukup baik di sektor Fast Moving Consumer Goods ( FMCG). Kemudian adanya peningkatan dari bisnis  E-commerce, Logistik dari pihak ketiga serta invetasi di sektor Food and Beverage.   Berdasarkan prediksi  yang bisa didapat dari beberapa praktisi  bisnis, puncak peningkatan tertinggi di sektor kawasan industri akan terjadi pada  triwulan ke II tahun 2020 dengan nilai Rp15,36 triliiun.

Menariknya bisnis di sektor kawasan industri, memang membawa konsekuensi lain dari perkembangan bisnis  yang  terjadi di Indonesia. Dimana  ketika kita bicara soal bisnis di kawasan industri setidaknya ada beberapa hal  yang menjadi concern  tersendiri bagi pebisnis  yang bermain di sektor tersebut bahwa  : Keamanan, Kenyamanan ( service ) menjadi salah satu kunci utama bagi pengelola kawasan industri yang mesti di perhatikan untuk para kliennya.

 

CRM SARANA EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN CONCERN TERHADAP SERVICE KLIEN

 Bicara soal klien atau customer, bagi sebuah bisnis adalah satu hal yang penting. Bisa di ibaratkan tanpa adanya customer maka sebuah bisnis tidak akan bisa berkembang dengan baik. Sehingga sampai kapanpun, ketika bisnis masih terus di  jalankan, masalah service kepada customer menjadi salah satu target  yang mesti terus di tingkatkan oleh perusahaan.

Adalah Handri Kosada, CEO Barantum yang fokus dalam pengembangan aplikasi CRM ( Customer Relationship Management). Menurut Handri Kosada, masalah service kepada customer bisa jadi saat ini merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan  customer kepada perusahaan.  Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Khalid Saleh bahwa : Menurut infografis yang dihadirkan oleh Khalid Saleh (dalam artikel Customer Acquisition vs Retention Costs – Statistic and Trends) menjelaskan bahwa mencari pelanggan baru membutuhkan biaya 5 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan pelanggan setia.

 “ Barantum di awal  tahun 2020, mendapatkan apresiasi dari TES ( The Entrepreneurship Society) sebagai BEST CUSTOMER RETENTION 2019,” Kata Handri Kosada.  Ini adalah bukti,  bahwa kinerja yang selama ini di jalankan oleh  Barantum dan team telah memberikan satu bukti bahwa untuk bisa mencapai prestasi seperti saat ini Barantum memang telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para klien ( keluarga besar Barantum).

 

BARANTUM CRM OMNI CHANNEL, WUJUD APRESIASI BARANTUM TERHADAP LOYAL CUSTOMER

Timbal balik saling membutuhkan, itulah konsep  bisnis yang seharusnya di jalankan.  Karena dengan mengedepankan konsep seperti itu, baik penjual ataupun pemakai tidak merasa ada yang di untungkan atau di rugikan. Keduanya sama-sama dalam posisi saling membutuhkan.

Itulah yang membuat komitmen Barantum (www.barantum.com) terus di pacu untuk selalu berbuat lebih baik dan lebih baik lagi.  Bersamaan dengan di terimanya apresiasi dari TES,  Barantum dalam kaitannya untuk selalu memberikan service terbaik bagi kliennya kembali mengeluarkan satu service unggulan.  Bernama Barantum CRM Omni Channel, itulah aplikasi terbaru dalam sektor CRM  yang ingin di berikan kepada para customer setia   Barantum.

Mungkin kita bertanya, apa menariknya aplikasi tersebut dan kenapa profesional sales atau divisi marketing sebagai ujung tombak  perusahaan perlu menggunakan aplikasi tersebut.  Untuk menjawab pertanyaan ini maka akan kami berikan beberapa deskripsi yang bisa menjelaskan pentingnya Barantum CRM Omni Channel bagi pebisnis.

  • Barantum CRM Omni Channel  adalah satu aplikasi CRM yang didalamnya terdapat 8 aplikasi pendukung lainnya . Di dalamnya terdapat Call center, Email inquiry, Telegram, Line, Facebook. Instagram, Whatsapp, Twitter. Sehingga integrasi ke-8 aplikasi tersebut makin mempermudah kerja dari seorang profesional
  • Barantum CRM Omni Channel mampu menjadi salah satu “ tools” yang akan menjadikan sistem kerja para sales menjadi lebih efektif dan efisien. Kenapa, karena mereka tidak perlu membuka beberapa aplikasi cukup denga satu aplikasi semua source atau data yang perlu di update/followup bisa segera di lakukan.
  • Barantum CRM Omni Channel memang menjadi terobosan terbaru untuk para sales yang saat ini perlu meningkatkan performance bisnisnya guna menunjang profesionalismenya dalam

Jadi bagi para pengelola  bisnis kawasan  industri jika saat ini anda merasa  bahwa customer adalah salah satu aset penting bagi perusahaan. Maka jangan tunggu lebih lama lagi untuk mengubah pola maintence terhadap customer.   Dengan optimalisasi CRM maka secara langsung perusahaan sudah melakukan beberapa aktivitas sekaligus : (1) CRM mampu meningkatkan kinerja  team sales dan marketing sebagai salah satu ujung tombak perusahaan (2) CRM bisa menjadi  media untuk menyimpan data historical  customer yang sangat berguna bagi perusahaan. Sehingga ketika perusahaan ingin membuat program loyaliti customer bisa lebih mudah . (3) CRM  bisa menjadi “senjata ampuh” bagi perusahaan  untuk  bisa secara maksimal masuk dari pola kerja trandisional menuju pola kerja yang berdasarkan Digital Technologi.