INDUSTRI OTOMOTIF ” BANGKIT” JUSTRU PELAKU BISNIS MERASA IKLIM USAHA MENURUN AKIBAT VIRUS CORONA

Tingginya potensi pertumbuhan yang terjadi di sektor otomotif. Jelas kondisi ini mengindikasikan bahwa di tengah kecemasan terjadi penurunan potensi bisnis di Indonesia. Nyatanya masih ada peluang untuk meningkatkan angka pertumbuhan bisnis di tahun 2020.  Ya berkat kebangkitan industri otomotif di tahun 2020.

 

Tingginya peningkatan pertumbuhan  bisnis di sektor industri otomotif yang hingga mencapai 6 persen di tahun 2020. Memang bukan karena sekedar momentum kebangkitan  semata. Tetapi peningkatan tersebut telah terlihat  jelas mulai beberapa tahun terakhir.  Hal itu di perkuat dengan data yang di sajikan oleh  Bank Indonesia sejak tahun 2002.

Sekedar menjelaskan perkembangan yang terjadi pada jumlah kelas penduduk golongan menengah yang ada di Indonesia. Sejak tahun 2002, jumlah penduduk  kelas menengah Indonesia baru berada pada kisaran 7% dari total penduduk Indonesia.Namun lambat laun, angka tersebut meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan PDB secara nasional.

Dimulai dari tahun 2000-2004 rata-rata pertumbuhan PDB : 4,6%, berlanjut di tahun 2005-2009 : 5,62%,  tahun 2010-2015 hanya meningkat sedikit di angka :5,63% dan  ditahaun 2016-2017  justru turun diangkat :5,05%. Dan prediksinya di tahun 2020 pertumbuhan PDB di target :5,07%.  Sedangkan pertumbuhan jumlah penduduk kelas menengahnya sendiri cenderung terus meningkat. Dari tahun 2017 sekitar 22%, naik menjadi 30%  pada tahun 2018. Dan prediksinya akan menjadi 50% pada tahun 2050 yang artinya dari total penduduk Indonesia sekitar 143 juta orang berada pada kelas ekonomi menengah .

Potensi ini jelas memberikan satu  gambaran positif bagi industri otomotif di Indonesia.  Dimana meningkatkan  kelas ekonomi sosial di masyarakat, secara langsung akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan warganya. Sehingga kebutuhan akan tersedianya kendaraan prbadi dan salah satunya kendaraan roda empat ( mobil ) akan meningkat.

Jadi ketika saat ini beberapa industri sedang mengalami penurunan akibat serbuan virus corona, kita tidak perlu kuatir. Kenapa, karena tidak semua industri mengalami dampak negatif seperti yang terjadi pada sektor pariwisata. Jelas kenapa sektor pariwisata terkena dampak langsung.  Karena industri ini sebelumnya menggantungkan tingkat pertumbuhannya berdasarkan kunjungan wisatawan asing ( wisatawan mancanegara ). Sehingga ketika saat ini terjadi serbuan virus Corona yang menyebangkan  orang menahan diri untuk melakukan  traveling wajar jika pada akhirnya berdampak pada penurunan angka peluang bisnis di sektor industri pariwisata.

 

CRM BARANTUM, APLIKASI BISNIS YANG BISA MENYEIMBANGKAN KONDISI PASCA SERANGAN VIRUS CORONA

Sebenarnya tidak saja industri otomotif saja yang masih bisa bertahan di dalam kondisi seperti saat ini. Semua bisnis pun seharusnya masih bisa tetap bertahan asalkan mengubah pola strategi marketingnya ke arah modern.

Apa itu pengubahan strategi ke arah modern. Saat ini pelaku bisnis memang banyak yang masih menggunakan cara-cara tradisional dalam menjalankan bisnisnya.Ambil contoh beberapa aktivitas berikut misalnya : (1)  Team sales dan marketing mesti bekerja dari kantor atau berada di kantor. Padahal seharusnya di zaman Era Industri 4.0 sales dan marketing bisa bekerja dari manapun mereka  berada (2) Koordinator atau GM  Sales & Marketing perlu meminta report team sales dan marketingnya agar bisa menilai  kinerja dari bawahannya. Padahal seharusnya kondisi ini bisa diantisipasi dengan menggunakan aplikasi bisnis seperti CRM (3) Pihak manajemen perusahaan masih melakukan pemborosan aktivitas dengan mengharuskan staff sales dan marketingnya bekerja mengikuti prosedur. Padahal prosedur kerja itu sendiri bisa di jalankan tanpa harus mengurangi dan melanggar aturan yang sudah  berjalan.

Kesemua hal yang telah di jelaskan diatas itu seharusnya bisa di jalankan jika perusahaan mulai mengoptimalkan penggunaan aplikasi yang bernama CRM ( Customer Relationship Management) BARANTUM. Aplikasi ini secara nyata memang bisa menjadi solusi dari 3 permasalahan yang telah di jelaskan diatas. Dimana kondisinya adalah : (1) CRM Bisa di gunakan oleh team sales dan marketing di manapun mereka bekerja. Dalam kondisi staff karyawan sedang berada di rumah sekalipun. Kenapa karena dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini seperti CRM Barantum telah mengintegrasikan CRM dengan model Omni Channel. Artinya CRM yang ada telah di gabungkan dengan 8 media sosial  yang membuat sales dan marketing lebih mudah dalam bekerja . Dimana ke-8 media  itu adalah (Call center, Email inquiry, Telegram, Line, Facebook. Instagram, Whatsapp, Twitter.)

Selanjutnya (2) Koordinator atau GM  Sales dan Marketing tidak perlu meminta report dari teamnya  karena dengan sistem aplikasi CRM mereka sudah bisa secara langsung melihat report yang telah di buat oleh para anak buahnya.  Hal itu sudah terakomodasi di aplikasi CRM (3) Pihak perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan cost yang berlebihan dengan mengharuskan karyawannya selalu  bekerja mengikuti prosedur. Karena aplikasi CRM secara nyata sudah bisa menjadi solusi terbaik bagi perusahaan sehingga bisa menghemat cost dengan tanpa mengurangi atau mengubah tata cara atau prosedur kerja yang selama ini telah di jalankan oleh perusahaan.

Jadi intinya ketika saat ini dunia industri sedang mengalami “ masalah akibat serbuan virus corona “. Ada baiknya perusahaan mulai melakukan perubahan strategi dengan mengubah pola kerja yang selama ini di jalankan. Pola kerja yang kreatif dengan menjalankan secara maksimal aplikasi bisnis CRM pada akhirnya bisa menjadi solusi terbaik bagi pelaku industri akibat perlemahan kondisi bisnis akibat serbuah virus corona yang kita sendiri belum tahu kapan akan berakhirnya.